Dunia Makin Riang Intip Situs Porno

  • 13 Mei 2012
Dunia Makin Riang Intip Situs Porno

Sejak ‘dilegalkannya’ domain .xxx untuk situs dewasa dan industri porno November 2011 lalu, warga bumi ternyata makin riang mengakses situs-situs ‘biru’. Mengejutkannya, Indonesia berada diurutan nomor satu pengakses situs porno di dunia.Ironis!


Membahas topik blue, bokep, esek-esek--begitu banyak sebutan masyarakat-- memang tak pernah ada habisnya. Porno sudah merebak luas di mana-mana. Bahkan, ada yang menganggap, internet adalah media untuk pornoisme.

Musikal Avenue Q memiliki satu lagu yang menjadi hit dengan judul ‘The Internet is for porn’. Ternyata,penulis lirik lagu tersebut berhasil menyentuh kebenaran. Para peneliti sendiri menemukan fakta mengejutkan, dikutip dari inilah.com, 30% dari semua trafik yang ada di dunia maya itu berasal dari pornografi. Situs porno terbesar di web, Xvideos, sendiri mengaku ada 4,4miliar kali orang membuka lamannya.

Di Indonesia, usaha keras Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memblokir situs porno ternyata juga belum membuahkan hasil maksimal. 

Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto mengungkapkan, satu setengah tahun lalu posisi Indonesia sebagai pengakses situs porno masih di urutan 7, namun satu bulan silam justru naik ke posisi teratas.

"Menurut data dari search engine yang kami dapat, terakhir sekitar satu bulan lalu memang menyebutkan, Indonesia menjadi negara pengakses situs pornografi tertinggi di dunia," katanya.

Sekadar diketahui, sejak tahun 2005, Indonesia masuk dalam 10 negara yang paling banyak mengakses situs porno. Tahun 2005, Indonesia berada di posisi ketujuh, tahun 2007 di posisi kelima, dan tahun 2009 di posisi ketiga. Peringkat Indonesia cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya pengguna internet yang kini mencapai 55,2 juta orang

Sementara, menurut laporan dari situs ExtremeTech, ada pula 350 juta kunjungan unik per bulandi situs yang membuat konten dewasa tersebut. Satu-satunya situs yang mampu melampaui ukuran ini hanya situs-situs seperti Google dan Facebook.

ExtremeTech kemudian menggunakan angka-angka tersebut dan data aktual dari situs porno terbesar ketiga, YouPorn,untuk mengekstrapolasi seberapa banyak data yang sedang ditransfer dari server situs tersebut dan diketahui, jumlahnya sangat besar.

Perhitungan ini berdasarkan perhitungan pertama pada lama rata-rata waktu yang dihabiskan untuk mengakses Xvideos, yakni 15menitdan diasumsikan,sebuah video resolusi rendah distreaming.

Dari sini,diperkirakan ada sekitar 29 petabyte (PB) pornografi sedang ditransfer dalam sebulan atau sekitar 50 gigabyte (GB) per detik.Namun, angka ini meningkat 35-40PB tiap bulan setelah mengetahui bahwa,YouPorn memiliki video porno lebih dari 100 terabyte (TB).

Selain itu, diketahui pula, YouPorn mendapatkan akses laman dari pengguna sebanyak 100 juta kali dan transfer 950TB tiap harinya.Angka tersebut setara dengan 10 dual-layer DVD per detik.

Di saat-saat puncak, situs tersebut berspekulasi,Xvideos menyiarkan 1 TB per detik di mana dalam laporan ditunjukkan, 1/15 dari jumlah total konektivitas berada di antara London dan New York.

Penyelidikan ExtremeTech ini menduga,YouPorn mendapat 2% trafik internet di mana 30%dari keseluruhanlalu lintas web yang ada terkait pornografi.Di awal tahun ini,ribuan password dan email pengguna YouPorn bocor secara online akibat serangan hacker(peretas).

Secara total, ada 6.433 pengguna situs chatting YouPorn terkena dampak serangan ini setelah penyedia layanan pihak ketiga gagal mengamankan datapara pengguna ini, papar pemilik situs dewasa ini.
Melihat posisi Indonesia tersebut, tak pelak jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membentuk gugus tugas pencegahan dan penanganan pornografi. Tim yang terdiri dari para menteri hingga pemerintah daerah ini akan bekerja untuk membasmi pornografi secara terpadu.

Pembentukan gugus tugas ini ditandai dengan terbitnya Perpres No 25 Tahun 2012 pada 2 Maret lalu. Perpres tersebut mengacu pada pasal 42 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi yang mengamanatkan dibentuknya gugus tugas. 

Apakah efektif? Menkominfo Tifatul sendiri sudah menjawab, “Situs porno sulit diblokir hingga 100 persen selama umat belum benar-benar menerapkan ajaran agama dengan benar. Karena hanya dengan iman dan akidah lah situs porno itu dapat diblokir seluruhnya.”Duh!inl,dtc,viv


Takut Dicatut, Amerika Borong .xxx


Di Amerika Serikat (AS) banyak pihak berbondong-bondong membeli domain porno, yakni .xxx. Apa penyebabnya?

Seperti yang dikutip dari ST, pihak kampus, musium dan beberapa lembaga ternama berduyung-duyung membeli domain .xxx, dengan alasan takut nantinya nama mereka disalahgunakan, sebagaimana kini domain .xxx sudah diresmikan hanya untuk situs porno.

Di AS, penjualan resmi ke publik domain .xxx sudah dimulai pekan lalu, dan membuka pendaftarannya bagi perusahaan, grup, aktor, bintang porno dan pihak-pihak yang terkait dengan industri hiburan orang dewasa.
Beberapa universitas ternama di AS juga banyak yang membeli alamat domain tersebut, agar nanti ke depannya nama mereka tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang jahat.

Bagi yang sudah membeli domain .xxx akan dapat memiliki kendali penuh terhadap alamat tersebut selama 10 tahun ke depan. 

Vatikan.xxx Terjual

Vatikan yang pusat agama Katolik bakal sulit menjaga citra. Pasalnya, pembeli misterius sudah menjadi pemilik sah domain Vatican.xxx. Duh!

Seperti yang dikutip dari ST, Vatikan menyatakan seorang pembeli misterius membeli alamat domain vatican.xxx, sebuah domain yang memang khusus digunakan untuk konten-konten pornografi.
"Domain ini sudah tidak lagi tersedia karena telah dibeli oleh pihak lain, tapi bukan oleh pihak Vatican," ujar juru bicara pihak Vatikan, Bapa Federico Lombardi, melalui radio Vatikan.

Meskipun begitu, pernyataan dari Lombardi masih belum jelas, apakah pihak Vatikan pernah mencoba untuk membeli domain tersebut, demi mencegah usaha pencemaran nama baik mereka oleh pihak lain.
Lombardi membantah laporan dari beberapa media Italia, yang menyebut Vatikan dan pihak kampus serta museum, ikut mendaftar domain .xxx untuk mencegah penyalahgunaan nama.ins


Inilah Daftar Daftar Negara Peng-Akses Situs Porno 
Ranking    Negara
1    Indonesia
2    Pakistan
3    Vietnam
4    Turki
5    Mesir
6    India
7    Maroko
8    Amerika Serikat

Pornografi, Rusak Otak dan Libido


Peringatan keras bagi penghobi tayangan porno. Ahli bedah saraf dari San Antonio, AS, Donald Hilton Jr MD, membeberkan kerusakan otak karena kecanduan pornografi dalam diskusi memahami dahsyatnya kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dan narkoba dari tinjauan kesehatan di Departemen Kesehatan kemarin.

Menurut pakar neuro science dari Metodist Speciality and Transplant Hospital San Antonio itu, sejatinya semua kecanduan (adiktif) berpengaruh terhadap kerusakan otak. Misalnya, kecanduan makanan (obesitas), judi, narkoba, maupun pornografi.

Hanya, tingkat kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dinilai paling tinggi. Jika dibiarkan, hal itu bisa mengakibatkan penyusutan (pengecilan) otak. Ujung-ujungnya, terjadi kerusakan otak. Permanen dan tidaknya kerusakan tersebut bergantung intervensi medis yang dilakukan.

Hilton menyatakan, penyusutan otak bisa berangsur-angsur kembali normal asalkan dilakukan pengobatan secara intens. Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Sebab, pada dasarnya, otak terus mengalami regenerasi jaringan. ''Dengan demikian, otak yang mengecil itu bisa kembali lagi. Namun, cepat atau lambatnya pemulihan tersebut bergantung kasus kecanduan yang diderita,'' ujarnya.

Kerusakan otak akibat kecanduan makanan (obesitas) maupun drugs cenderung lebih mudah diatasi ketimbang pornografi.

Menurut dia, ada perbedaan antara otak yang sudah kecanduan terhadap sesuatu dan yang tidak. Otak yang telanjur kecanduan memiliki mekanisme kontrol yang kecil terhadap rangsangan. Sebaliknya, otak yang belum kecanduan masih memiliki kontrol yang besar untuk mencegah perintah agar tidak kecanduan. ''Sehingga, masih bisa distop,'' cetusnya.

Berdasar hasil penelitian yang dilakukan Hilton bersama istrinya, di antara semua kasus kecanduan, pornografi merupakan salah satu yang tersulit. Bahkan melebihi kecanduan obat. Menurut dia, mayoritas anak maupun remaja mengonsumsi tayangan pornografi dari internet.
Gairah Turun

Selain itu, laporan terbaru para ahli yang tergabung dalam Italian Society of Andrology and Sexual Medicine menyatakan banyak pria yang sudah mengakses pornografi sejak usia belia (sekitar usia 14) mengalami gangguan libido pada usia 20-an. Mereka kecanduan pornografi setiap hari sehingga mengalami penurunan gairah seksual, bahkan ada yang sampai tidak mampu ereksi.

Seperti dilaporkan kantor berita Italia ANSA, kesimpulan ini didasarkan atas hasil penelitian yang melibatkan 28.000 responden. Menurut para ahli, gangguan yang dialami pria ini dapat dikategorikan sebagai anoreksia seksual.

Di mata konselor dan psikolog Marnia Robinson, penulis buku Cupid’s Poisoned Arrow: From Habits to Harmony in Sexual Relationships, fenomena lelaki kecanduan pornografi ini bukanlah hal baru.

Menurutnya, tak sedikit pria saat ini mengalami masalah libido karena sudah terjebak dalam pornografi. Robinson, yang beserta suaminya Gary Wilson membuat situs www.yourbrainonporn.com, menyatakan, fenomena ini dapat dilihat dari ratusan thread diskusi dalam situs tersebut di mana pengakses dari 25 negara mengakui mengalami masalah dan gejala gangguan seksual ini.

Menurut Wilson, internet akan membuat akses terhadap pornografi menjadi sangat mudah sehingga memudahkan otak terhubung dengan sejenis stimulus visual. Pornografi jenis baru ini akan mempercepat pengeluaran hormon dopamin, tetapi juga dapat menyebabkan seseorang ketergantungan dan tak bisa mencapai kepuasan.

"Oleh karenanya, ketika mereka berada di tempat tidur bersama pasangan dengan kondisi lampu gelap, mereka tidak akan mendapatkan stimulus visual yang mereka butuhkan sehingga tidak bisa melakukannya," ujar Robinson.

Meski demikian, gangguan seksual ini masih dapat diatasi melalui terapi. Menurut Robinson, waktu untuk menyembuhkan anoreksia seksual pada setiap individu bervariasi.

"Untuk lelaki dewasa perlu waktu sekitar 8 pekan untuk terapi penyembuhan. Tetapi untuk lelaku muda, di usia 20-an yang kecanduan pornografi perlu waktu 3 hingga 4 bulan karena mereka tidak terhubungan dengan pasangan dan sentuhan nyata sewaktu muda," ujarnya.
So, hati-hatilah!ins

  • 13 Mei 2012

Artikel Lainnya

Cari Artikel